Inilah Alasan Shin Tae-Yong Pelajari Islam Sejak Menjabat Pelatih Timnas Indonesia

  • Bagikan
Inilah Alasan Shin Tae-Yong Pelajari Islam Sejak Menjabat Pelatih Timnas Indonesia
Inilah Alasan Shin Tae-Yong Pelajari Islam Sejak Menjabat Pelatih Timnas Indonesia

Shin Tae-Yong menjadi pelatih yang kini banyak sekali diberitakan di media Indonesia maupun luar negeri karena berhasil membawa Timnas Indonesia ke final AFF 2020.

Keberhasilan tersebut membuat namanya kini sudah dikenal banyak orang, dan kini media sudah banyak yang meliputnya.

Sejak kedatangan Shin Tae-Yong permainan Indonesia lebih rapi dan memiliki daya juang yang tinggi.

BACA JUGA:  Futsal Tak Dibawa ke Sea Games 2021, Kiper Timnas Futsal Indonesia Ngamuk ke Kemenpora : Kapan Mau Majunya !

Dibalik kecerdasannya dalam menyusun strategi, dirinya juga sangat menghormati para pemain Timnas Indonesia.

Demi menghormati keyakinan para pemain, pelatih Timnas Indonesia yaitu Shin Tae-Yong mempelajari agama Islam.

Dirinya sangat menghormati agama para pemain, pelatih 51 tahun tersebut tidak ingin mengganggu ibadah mereka.

Shin Tae-yong menghormati keputusan pemain yang memilih menjalankan salat lima waktu tak lama setelah azan berkumandang.

BACA JUGA:  Jordy Wehrmann Tolak Gabung Timnas Indonesia, Netizen : Lupakan Pemain yang Tak Punya Jiwa Nasionalis !

“Sejak awal, saya mencoba memahami budaya Islam. Ada seorang dokter di Jakarta yang merupakan penganut agama Islam.” Ucap Shin Tae-Yong.

“Saya memintanya untuk bercerita soal agama Islam selama kurang lebih tiga jam,” lanjut Shin Tae-yong mengutip dari Sportalkorea, Jumat (7/1/2022).

“Saya belajar hal soal Islam dari sana, terutama bagian-bagian mana yang harus diperhatikan.” lanjut Shin Tae-yong.

BACA JUGA:  Shin Tae-yong Diejek, Komisaris Persib Pertanyakan Kok Bisa Haruna Jadi EXCO?

“Saya berjanji kepada pemain dan pelatih (lokal) untuk terus menghormati waktu beribadah mereka,” lanjut Shin Tae-yong.

“Saya juga akhirnya tahu ibadah itu bisa dilakukan pada waktu tertentu. Saya melakukannya dengan baik tanpa merasakan ketidaknyamanan dalam latihan,” tegas juru taktik 51 tahun tersebut.

  • Bagikan
close