Mau Dihujat Seluruh Netizen Juga Nggak Ngaruh, Ini Alasan Dedik Selalu Diandalkan STY

  • Bagikan
Mau Dihujat Seluruh Netizen Juga Nggak Ngaruh, Ini Alasan Dedik Selalu Diandalkan STY
Mau Dihujat Seluruh Netizen Juga Nggak Ngaruh, Ini Alasan Dedik Selalu Diandalkan STY

Shin Tae-yong memberikan banyak perubahan untuk Timnas Indonesia, kedatangannya benar-benar sesuai dengan ucapannya saat awal pidato.

Shin Tae-yong benar-benar merubah sistem sepak bola Indonesia, terbukti di Piala AFF 2020 dirinya cenderung menggunakan banyak pemain muda.

“Sebenarnya saya ke Indonesia untuk mengubah sistem sepak bolanya. Daripada terlalu menitikberatkan pada prestasi. Saya berpikir akarnya harus kuat, agar ke atasnya juga kuat,” ujar Shin Tae Yong.

“Tidak bisa hanya membebankan prestasi di kancah senior kepada pelatih. Sebelum saya masuk, Indonesia adalah tim dengan rata-rata pemain tertua di Asia Tenggara.”

BACA JUGA:  PSSI: 4 Pemain Keturunan Indonesia Siap Bela Timnas Tanpa Uang Pelicin

“Tapi sekarang di tangan saya rata-ratanya 21,5 tahun. Tim seniornya rata-rata berumur 21,5 tahun. Saya benar-benar merekrut pemain-pemain muda,” ucap pelatih asal Korea Selatan itu.

Bukan hanya semata-mata pemain muda lalu akan masuk ke Timnas Indonesia, namun Shin Tae-yong juga sangat pemilih dalam urusan pemain.

Dan terbukti para pemain muda yang bermain di Piala AFF 2020 benar-benar bermain efektif.

BACA JUGA:  Ikut Campur! Korea Selatan Beri Komentar Atas Perlakuan Shin Tae-yong Tampil di Iklan Kopi

Meski diantara para pemain muda namun ada juga pemain cukup berumur yang sangat Shin Tae-yong percayai yaitu Dedik Setiawan yang kini sudah berusia 27 tahun.

Meski sudah mendapatkan hujatan dari netizen namun Dedik masih tetap dipercayai oleh Shin Tae-yong saat FIFA Match day.

Baru-baru ini Dedik Setiawan menjelaskan bahwa Shin Tae-yong butuh pemain yang banyak lari dan tidak boleh diem sedikitpun ketika bermain.

BACA JUGA:  Meski Hengkang dengan Free Transfer, Namun PSIS Semarang Berikan 2 Syarat Ini Kepada Arhan dan Disetujui!

Meski memang tugas Dedik mencetak gol sebagai striker, namun yang terpenting adalah ia selalu gerak dan membuka ruang untuk pemain lain.

“Coach Shin kan, harus press keras, harus banyak lari, nggak boleh diam sedikit pun, harus lari, gerak,” tegas Dedik Setiawan.

” Permainan sepakbolanya (coach Shin Tae yong) berbeda dari pelatih yang dari Eropa, ” ujarnya.

  • Bagikan
close