Media Online Olahraga & Hiburan Indonesia

PSSI Tolak Pemain Eropa Keturunan Indonesia Meski Sudah Ungkapkan Ingin Perkuat Timnas

PSSI Tolak Pemain Eropa Keturunan Indonesia Meski Sudah Ungkapkan Ingin Perkuat Timnas
PSSI Tolak Pemain Eropa Keturunan Indonesia Meski Sudah Ungkapkan Ingin Perkuat Timnas

Matthew Steenvooden pemain Eropa keturunan Indonesia akui ingin membantu Timnas, berusia 29 tahun sebenarnya dia layak untuk dinaturalisasi.

“Saya punya darah Indonesia yang berasal dari kakek saya. Ia lahir di Semarang. Saya ingin membantu Timnas dan membuat keluarga saya bangga,” ucap Matthew Steenvoorden.

Dapatkah Hadiah Uang Puluhan Juta Rupiah, Ayo Daftar Sekarang

Namun nampaknya sang pemain telat karena tercatat sudah ada 3 pemain keturunan yang akan dinaturalisasi dan posisinya sama dengan Matthew Steenvoorden.

BACA JUGA:  Hasil Drawing Piala Dunia 2022, Grup E Jadi Grup Neraka Ada Spanyol, Jerman dan Jepang

Ketiga pemain tersebut adalah Sandy Walsh, Jordi Amat dan Shayne Pattynama, hal itu membuat Shin Tae-yong dan PSSI menutup opsi naturalisasi pemain belakang kembali.

“Tetap pemain asal Eropa, yang jelas bukan pemain belakang, karena pemain belakang sudah cukup ya,” ucap Hasani ketika berbincang dengan kumparan, Selasa (22/2).

BACA JUGA:  Kalah Lagi di Final Melawan Real Madrid, Liverpool Ngamuk ke UEFA

“Ada beberapa nama, ada priority, nah priority pertama ini non-Belanda, yang jelas bukan bek,” tambahnya.

”Dia [Shin Tae-yong] membuat surat ke PSSI untuk minta empat pemain keturunan, karena otorisasi pemain ada di tangan dia.”

“Waktu saya tanya ke Ketum [PSSI, Mochamad Iriawan], Ketum bilang kalau tak ada permintaan Shin, kita gak perlu [naturalisasi]. Karena Shin minta, kami layani,” kata Hasani.

BACA JUGA:  Pelatih Vietnam Merasa Timnya Kalah Gara-gara Wasit

”Shin Tae-yong bilang ‘karena ada target federasi, maka saya butuh pemain’. Yang diajukan kemudian empat. Jadi, itu benar merupakan bagian dari strategi, supaya tim ini bagus dan kuat.”

“Urusan untuk posisi mana, ya, dia yang lebih tahu,” tutup Hasani.

close