Mafia Sepakbola Terus Berkeliaran, Kali Ini Tim Prilly Latuconsina Korbannya

  • Bagikan
Mafia Sepakbola Terus Berkeliaran, Kali Ini Tim Prilly Latuconsina Korbannya
Mafia Sepakbola Terus Berkeliaran, Kali Ini Tim Prilly Latuconsina Korbannya

Mafia sepakbola dan pengaturan skor menjadi salah satu masalah yang terus terjadi di pesepakbolaan Indonesia. Kali ini kasus yang kemungkinan besar di naungi mafia bola terjadi di Liga 3.

Klub Prilly Latuconsina, Persikota Tangerang sepertinya menjadi korban dari keganasan mafia bola. Wasit pada pertandingan tersebut dinilai tampil buruk dan berat sebelah.

Bahkan terdapat beberapa kontroversi yang sangat merugikan Persikota Tangerang. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan telak Farmel FC skor 3-0.

BACA JUGA:  Saddil Ramdani Usahakan Timnas Indonesia U-23 Bawa Medali Perunggu ke Tanah Air Tercinta

Usai pertandingan Prilly Latuconsina langsung bersuara dan mengecam keras perilaku tidak adil dari sang wasit. Ia pun meminta PSSI untuk segera menindak oknum nakal wasit tersebut.

“wow pak wasit,” unggahan pertama Prilly usai menyaksikan laga timnya kontra Farmel FC, Minggu (6/3/2022).

BACA JUGA:  Asnawi Mangkualam Datang, Media Vietnam : Pertahanan Timnas Indonesia U-23 Semakin Kuat !

“Keanehan yang terjadi di pertandingan ini onside jadi offside, tidak pelanggaran jadi pelanggaran, harusnya tidak kartu jadi kartu membuat saya sedih sama kondisi persepak bolaan di Indoensia, saya berharap hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi, sangat disayangkan sekali hal seperti ini terjadi. @pssi,” tulis prilly.

Setelah ditelisik ternyata Farmel FC memang menjadi satu klub di Liga 3 dengan syarat kontroversi. Di setiap pertandingan yang merekan jalani, Farmel FC selalu diuntungkan oleh wasit.

BACA JUGA:  Kisah Sedih Kiper Malaysia Dikejar Utang Hingga Istri Tak Makan

Bahkan 3 lawan sebelumnya secara terang-terangan wasit tersebut ditukangi oleh mafia sepakbola karena terus berpihak ke Farmel FC.

“Terimakasih mafia, terimakasih oknum. Kalian mengajarkan anak-anak pesepakbola Aceh untuk tidak percaya lagi dengan sepakbola Indonesia”. ujar Pelatih PSBL Langsa dikutip dari wikipedia.

  • Bagikan
close