Beda Vibes, Shin Tae-yong dan Dzenan Radoncic

  • Bagikan

Dzenan Radoncic menerapkan gaya komunikasi berbeda dengan Shin Tae-yong, sang murid lebih suka menebar optimisme dibanding sang guru.

Dzenan Radoncic terlihat benar-benar memanfaatkan kesempatan emas menjadi pelatih kepala tim nasional Indonesia U-19.

Dzenan Radoncic ditunjuk menjadi pelatih timnas Indonesia U-19 di Turnamen Toulon, menggantikan Shin Tae-yong yang sibuk di timnas senior.

Timnas Indonesia U-19 lantas tampil heroik di Turnamen Toulon, dengan mengalahkan Ghana dan cuma kalah tipis dari Venezuela dan Meksiko.

Skuat timnas U-19 yang berangkat ke Perancis tersebut merupakan pilihan Shin Tae-yong dalam beberapa kali pemusatan latihan.

BACA JUGA:  Shin Tae-yong Ngamuk, Stadion Madya Belum Dibooking Padahal Timnas Indonesia Siap Latihan

Terakhir, Shin Tae-yong memimpin Garuda Muda dalam pemusatan latihan di Korea Selatan pada Maret-April silam.

Dalam melatih para pemain belia itu, Shin Tae-yong lebih suka menyoroti kekurangan pemain tatkala berbicara di depan media.

“Tim U-19 ini fokus ke fisik dasar dan bagaimana bisa bermain bola dengan lebih baik,” ucap Shin (13/4/2022).

“Jadi pastinya awal tahun depan tim ini akan jadi tim yang lebih kuat lagi, saya mohon fans dapat terus mendukung tim ini.”

Nada berbeda selalu disampaikan Dzenan Radoncic dalam tiga laga timnas U-19 di Turnamen Toulon.

BACA JUGA:  Punya Garuda Select, Media Inggris Prediksi Masa Depan Timnas Indonesia Cerah

“Murid” Shin Tae-yong tersebut selalu menebarkan aura positif dalam menjelaskan performa anak asuhnya.

“Tentu saja saya sangat puas, ini hal besar buat kita, tentu juga untuk sepak bola Asia Tenggara,” ujar Radoncic.

“Kita datang dari negara kecil di dunia sepak bola, tentu hal ini jadi panggung besar bagi para pemain untuk mendapatkan banyak pengalaman,” sambungnya.

Vibes positif Radoncic memang cukup beralasan, mengingat Garuda Muda di tangannya bisa menciptakan sejarah.

BACA JUGA:  Kalahkan Kevin Cordon, Anthony Ginting Raih Medali Perunggu Olimpiade Tokyo

Kemenangan 1-0 atas Ghana merupakan tripoin perdana sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di Turnamen Toulon.

Pada pertandingan lain ketika kalah pun, Radoncic tetap memilih menyoroti hal positif dari anak asuhnya.

“Kita sangat bersemangat saat melakoni pertandingan sulit, kita bersemangat saat di bawah tekanan, kita berikan tekanan pada lawan,” urainya.

“Kita ubah mentalitas tersebut, kita beri tekanan hebat pada lawan, ini pertandingan yang hebat (vs Meksiko),” tandasnya.

PSSI bisa mempertimbangkan Dzenan Radoncic sebagai pelatih tetap timnas Indonesia U-19 hingga Piala Dunia U-20 2023.

  • Bagikan
close