Bursa Transfer Liga Inggris Siapa Juara VS Pecundang

Terbit:

15 Desember 2025, 19:15 WIB

Edited:

15 Desember 2025, 19:15 WIB

NextSport Transfers – Setelah sebulan penuh diwarnai drama negosiasi yang berlarut-larut, saga transfer yang tak terduga, dan pergerakan pemain yang mengejutkan, jendela transfer Liga Primer Inggris akhirnya resmi ditutup. Meskipun beberapa kesepakatan masih bisa diselesaikan setelah batas waktu pukul 23.00 pada Senin malam, kini saatnya untuk meninjau kembali siapa saja klub yang berhasil memetik keuntungan besar dan siapa yang justru harus menelan pil pahit. Mari kita selami lebih dalam para pemenang dan pecundang di bursa transfer Januari ini.

Para Pemenang Jendela Transfer

Bursa Transfer Liga Inggris Siapa Juara VS Pecundang
Gambar Istimewa : indikator.id

Beberapa klub menunjukkan manuver cerdas, baik dalam mendatangkan pemain baru maupun mempertahankan aset berharga mereka. Strategi yang matang menjadi kunci keberhasilan di tengah ketatnya persaunaian di Liga Primer.

Aston Villa: Dari Persimpangan Jalan Menuju Kekuatan Baru

Situasi Aston Villa di musim ini sempat diwarnai ketidakpastian, terutama ketika dua penyerang andalan mereka, Ollie Watkins dan Jhon Duran, secara bersamaan dikaitkan dengan pintu keluar klub. Namun, Villa menunjukkan kelasnya. Setelah Watkins menolak pinangan Arsenal, dan klub memutuskan untuk melepas Duran dengan harga fantastis £65 juta, langkah cerdas pun diambil.

Villa berhasil mengamankan jasa Marcus Rashford dari Manchester United dengan status pinjaman. Rashford, yang belakangan ini kehilangan sentuhan terbaiknya, adalah bakat tak terbantahkan. Lingkungan baru di Villa Park bisa menjadi katalisator yang tepat untuk mengembalikan performanya. Tak berhenti di situ, pada hari terakhir bursa, Villa juga berhasil mendatangkan pemenang Liga Champions tiga kali, Marco Asensio, dari Paris Saint-Germain.

Penyerang Donyell Malen dari Borussia Dortmund juga menjadi tambahan yang menjanjikan. Meskipun bek Diego Carlos diizinkan pergi, Villa dengan sigap menggantinya di hari terakhir dengan meminjam Axel Disasi dari Chelsea. Manuver-manuver ini menunjukkan ambisi besar dan kemampuan manajemen yang luar biasa.

Manchester City: Belanja Besar untuk Bangkit

Performa skuad Pep Guardiola belakangan ini memang kurang meyakinkan, bahkan mencapai titik terendah saat takluk dari Arsenal akhir pekan lalu. Namun, di bursa transfer, mereka menunjukkan kekuatan finansial dan visi jangka panjang. City menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan Abdukodir Khusanov, Vitor Reis, dan Omar Marmoush, menambah kedalaman serta opsi di berbagai lini. Dua bek muda mungkin butuh waktu adaptasi, tetapi Marmoush adalah ancaman yang terbukti di lini serang.

Tepat pada batas waktu pukul 23.00, mereka juga berhasil merekrut gelandang Porto, Nico Gonzalez. Keputusan untuk melepas Kyle Walker yang performanya mulai menurun juga terlihat sebagai langkah yang tepat untuk regenerasi tim.

Crystal Palace: Benteng Pertahanan Tetap Kokoh

Crystal Palace mungkin tidak membuat gebrakan besar dalam hal pembelian, namun keberhasilan mereka terletak pada kemampuan mempertahankan aset paling berharga. Untuk jendela transfer kedua berturut-turut, mereka berhasil menjaga bek timnas Inggris, Marc Guehi. Musim panas lalu, Palace menolak tawaran £65 juta dari Newcastle, dan pada hari terakhir bursa Januari, Tottenham Hotspur dilaporkan siap menggelontorkan £70 juta untuk sang bek tengah.

Manajemen Palace tahu betul bahwa mereka tidak bisa kehilangan Guehi dengan harga berapa pun, dan keputusan untuk mempertahankannya adalah sebuah kemenangan besar. Selain itu, mereka juga berhasil melepas pemain yang tidak diinginkan seperti Rob Holding dan Jeffrey Schlupp, yang tentu saja membantu meringankan beban gaji klub.

Brentford: Kekuatan Utama Tetap Terjaga

Bagi Brentford, kesuksesan di bursa transfer ini diukur dari siapa yang berhasil mereka pertahankan. Yoane Wissa dan Bryan Mbuemo telah tampil gemilang bagi The Bees sejak kepergian Ivan Toney, dan keduanya menjadi incaran banyak klub. Nottingham Forest sempat mencoba mendekati Wissa pada Januari, namun Brentford tetap teguh. Mereka berhasil mempertahankan dua aset berharga mereka, setidaknya untuk saat ini, memastikan kekuatan lini serang tetap utuh.

Para Pecundang Jendela Transfer

Di sisi lain, beberapa klub justru gagal memenuhi ekspektasi atau mengatasi masalah krusial dalam skuad mereka, meninggalkan rasa kecewa bagi para penggemar.

Arsenal: Kegagalan Mengisi Kekosongan Lini Depan

Dengan Bukayo Saka dan Gabriel Jesus yang cedera, serta tantangan perebutan gelar yang semakin ketat, Arsenal sangat membutuhkan tambahan penyerang. Meskipun mencari penyerang berkualitas di tengah musim bukanlah tugas mudah—dan minat mereka pada Ollie Watkins dari Villa setidaknya menunjukkan niat—kegagalan untuk membuat kemajuan signifikan di sektor ini meninggalkan kekecewaan mendalam bagi para penggemar Arsenal. Pertanyaan besar muncul: Haruskah mereka berbuat lebih banyak? Kegagalan ini bisa berakibat fatal dalam perburuan gelar.

Manchester United: Krisis dan Minim Solusi

Ketika Manchester United memecat Erik ten Hag pada Oktober, mereka tentu tidak menyangka akan berada di posisi ini pada akhir Januari. United terdampar di peringkat ke-13 Liga Primer dan memasuki fase akhir musim dengan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban dari pelatih baru, Ruben Amorim.

Klub memang mendatangkan bek Patrick Dorgu, namun kabar baik itu segera diimbangi oleh cedera serius yang menimpa Lisandro Martinez. Keputusan klub untuk memangkas beban gaji dengan meminjamkan Antony dan Rashford (ke Aston Villa) tanpa menambahkan penyerang baru membuat skuad terlihat kekurangan daya gedor. Pelatih Amorim sangat menginginkan penyerang baru di hari terakhir bursa, namun upaya United untuk mendatangkan Mathys Tel dari Bayern Munich kandas, dan pemain berusia 19 tahun itu justru berlabuh ke Tottenham.

Leicester City: Terjebak di Zona Degradasi Tanpa Bantuan

Terjerembab di zona degradasi dan sangat membutuhkan bantuan, Leicester City justru hanya menjadi pusat gosip transfer pada hari terakhir terkait kemungkinan pertukaran pemain dengan Wolves untuk Conor Coady. Ruud van Nistelrooy hanya mampu mendatangkan Woyo Coulibaly dari Parma di jendela transfer ini. Dengan minimnya dukungan dan tambahan pemain yang signifikan, tangan sang pelatih terlihat terikat, menyisakan kekhawatiran besar akan nasib mereka di Liga Primer.

Related Post