Fabio Silva Bidik 2026 Rahasia Bundesliga Terkuak

Oleh

Volanda

Terbit:

6 Januari 2026, 17:05 WIB

Edited:

6 Januari 2026, 17:05 WIB

NextSport Bundesliga – Setelah jeda singkat usai pertandingan terakhir di tahun 2025, skuad utama Borussia Dortmund (BVB) menikmati libur latihan selama 13 hari sebelum memulai kamp pelatihan di Marbella. Namun, bagi penyerang muda berbakat, Fabio Silva, istirahat panjang bukanlah pilihan. "Setelah dua atau tiga hari, tubuh Anda ingin melakukan sesuatu lagi – itu penting sebagai seorang profesional; Anda tidak bisa berdiam diri selama sepuluh hari," ungkap Silva, yang menghabiskan Natal bersama keluarga dan teman-teman. Baginya, momen kebersamaan ini adalah "hal terpenting untuk membantu Anda kembali dengan energi penuh."

Silva memang kembali ke rekan-rekan setimnya di BVB tidak hanya dengan energi yang diperbarui, tetapi juga dengan seni tubuh yang baru. "Saya mendapatkan tato pertama saya saat berusia 17 tahun – saat itu saya hanya menginginkan satu dan berpikir itu sudah cukup," kata Silva sambil tersenyum lebar. Kini, tubuhnya dipenuhi tato. "Setiap tato berhubungan dengan waktu tertentu dalam hidup saya. Saya suka melihat tato di tubuh saya dan langsung tahu kapan dan mengapa saya mendapatkannya."

Fabio Silva Bidik 2026 Rahasia Bundesliga Terkuak
Gambar Istimewa : s.yimg.com

Jejak Karier dan Kedekatan dengan Jerman

Di usianya yang baru 23 tahun, Jerman sudah menjadi persinggahan ketujuh dalam karier profesional Fabio Silva. Namun, sepak bola Jerman bukanlah hal baru bagi pemain asal Portugal ini, berkat pengaruh besar dari sang ayah. "Bundesliga adalah liga favorit ayah saya; kami banyak menonton pertandingan," jelas Silva. Oleh karena itu, Fabio Silva sudah akrab dengan Borussia Dortmund dan stadion ikonik SIGNAL IDUNA PARK, bahkan bermimpi untuk bermain di sana.

Kedekatannya dengan Jerman tidak hanya sebatas itu. Beberapa teman terdekatnya juga memiliki ikatan kuat dengan Bundesliga. Tiago Tomas dari VfB Stuttgart dan Xavi Simons, yang pernah membela RB Leipzig dari 2023 hingga 2025, adalah di antara lingkaran pertemanannya yang erat. Koneksi pribadi ini semakin memperkuat ikatan emosional Silva dengan kancah sepak bola Jerman.

Awal yang Penuh Tantangan di Dortmund

Meskipun memiliki koneksi mendalam dengan sepak bola Jerman dan klub, awal perjalanan Silva di Black & Yellow tidaklah mudah. "Negara baru, budaya baru, cuaca atau makanan yang berbeda bukan lagi masalah bagi saya," ujarnya. Namun, yang membuat situasinya berbeda dan lebih rumit pada musim panas lalu adalah cedera yang menimpanya. "Baik saya maupun klub tidak membayangkan akan seperti ini."

Namun, Silva tahu bagaimana menghadapi situasi sulit tersebut. "Saya mendapat bantuan dari orang-orang baik di dalam maupun di luar klub. Saya tahu cara merawat tubuh saya – jika saya tidak bugar, saya tidak bisa memberikan 100 persen di lapangan." Silva sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan BVB kepadanya selama masa sulit itu, dan ia telah membalas kepercayaan tersebut. "Saya dalam performa terbaik saya sekarang. Saya pikir orang-orang bisa melihatnya saat saya di lapangan."

Mentalitas Juara Hadapi Pasang Surut

Fakta bahwa awal kehidupannya di Black & Yellow tidak mudah tidak membuat striker Portugal ini menyerah. "Selalu ada pasang surut, Anda harus menghadapinya," kata Silva dengan bijak. Fabio Silva memahami bahwa ia harus menikmati masa-masa baik dan bahwa fase buruk akan berlalu. "Saya selalu berusaha fokus pada kekuatan dan kualitas saya."

Para penggemar BVB dapat melihat kualitas-kualitas tersebut di lapangan setiap minggunya. Sejauh ini, sang striker telah berkontribusi satu gol dan empat assist. Selain rekan satu tim terdekatnya seperti Yan Couto, Aaron Anselmino, Carney Chukwuemeka, dan Julian Brandt, para penggemar Dortmund juga menjadi bantuan besar bagi Silva. "Terkadang, ketika Anda kurang percaya diri di lapangan, tetapi Anda merasakan dukungan dari para penggemar di belakang Anda, itu memberi Anda banyak kepercayaan diri."

Bijak di Era Media Sosial dan Harapan 2026

Silva tidak membiarkan pengaruh eksternal merusak kepercayaan dirinya, meskipun ia termasuk generasi yang tumbuh besar dengan media sosial. "Saya tidak membaca komentar; itu tidak baik untuk pesepak bola. Beberapa hari Anda adalah yang terbaik, hari-hari lain Anda tidak," katanya. Namun, pemain Borussia ini melihat reaksi-reaksi tersebut sebagai hal yang normal. "Sepak bola berkembang pesat pada saat ini. Itulah mengapa saya hanya mencoba menjadi versi terbaik dari diri saya setiap hari. Saya selalu memberikan 100%, semua orang bisa melihat itu."

Silva hanya memiliki satu harapan untuk tahun 2026: "Kesehatan yang baik untuk keluarga saya, teman-teman saya, tim saya, dan diri saya sendiri." Pemain Borussia ini juga tidak ingin lupa untuk menikmati momen. "Saya dulu terlalu fokus pada masa depan dan tidak hidup di sini dan sekarang. Jika saya melakukan hal yang benar di masa kini, berlatih dengan baik, dan mendengarkan pelatih, maka akan lebih mudah di lapangan setelahnya. Itulah yang paling berhasil bagi saya." Namun, striker itu menjelaskan, "Saya masih memiliki jalan panjang dan para penggemar dapat mengharapkan banyak hal baik lagi dari saya." Jadi, para pendukung Black & Yellow masih memiliki banyak hal untuk dinantikan, mengingat Fabio Silva baru berusia 23 tahun.

Related Post