Duel panas tersaji di pekan ke-XX La Liga saat Getafe menjamu Granada di Coliseum Alfonso Pérez pada Senin, 2 Februari 2026. Pertandingan ini lebih dari sekadar perebutan tiga poin biasa; ini adalah pertarungan krusial bagi kedua tim yang kemungkinan besar sedang berjuang di papan bawah klasemen. Getafe dengan gaya mainnya yang terkenal “keras kepala” akan mencoba memanfaatkan keangkeran kandangnya, sementara Granada datang dengan misi berat untuk mencuri poin demi menjaga asa mereka bertahan di kasta tertinggi.
Getafe: Benteng Tak Terkalahkan di Coliseum?
Di bawah asuhan pelatih José Bordalás, Getafe bukan rahasia lagi dikenal sebagai tim yang sulit ditembus. Filosofi “anti-sepak bola” yang kerap disematkan pada mereka sebenarnya adalah pendekatan taktis yang sangat efektif untuk tim dengan sumber daya terbatas. Mereka membangun permainan dari pertahanan yang kokoh, menekan lawan tanpa henti, dan mengandalkan serangan balik cepat yang mematikan.
Musim 2025/2026 ini, Getafe kemungkinan masih akan mengandalkan formula tersebut. Di kandang, mereka akan tampil lebih agresif dalam menekan lawan sejak lini pertahanan Granada mencoba membangun serangan. Lini tengah yang diisi gelandang pekerja keras akan menjadi tembok pertama yang sulit dilewati. Pemain seperti Nemanja Maksimovic (jika masih bertahan di Getafe atau penggantinya yang berkarakter serupa) adalah jantung dari mesin pres Getafe. Mereka tidak akan memberi ruang sedikit pun kepada pemain kreatif Granada untuk berkreasi.
Also Read
Secara taktik, Bordalás kemungkinan akan menerapkan formasi 4-4-2 atau 4-2-3-1 yang fleksibel. Dua striker di depan akan bertugas tidak hanya mencetak gol tetapi juga memulai tekanan pertama pada bek lawan. Jangan kaget jika melihat mereka menggunakan umpan-umpan panjang langsung ke depan untuk melewati tekanan lawan, atau memanfaatkan lebar lapangan melalui bek sayap yang aktif menyerang dan bertahan. Getafe tahu betul bagaimana membuat pertandingan menjadi ‘kotor’ dan tidak nyaman bagi tim tamu, dan Coliseum adalah panggung sempurna untuk itu.
Granada: Mencari Asa di Tengah Tekanan
Bagi Granada, perjalanan ke markas Getafe adalah salah satu ujian terberat di musim ini. Jika mereka memang masih berjuang di zona degradasi atau mendekatinya, setiap poin akan sangat berharga. Namun, menghadapi Getafe di kandangnya membutuhkan mental baja dan rencana taktis yang sempurna.
Masalah utama Granada seringkali terletak pada konsistensi, terutama saat bermain tandang. Mereka mungkin punya pemain dengan potensi individu yang baik, namun kesulitan mengubah potensi itu menjadi hasil positif di bawah tekanan. Melawan Getafe, mereka harus siap menghadapi duel fisik dan intensitas tinggi di setiap jengkal lapangan. Lini pertahanan Granada harus ekstra waspada terhadap pergerakan striker Getafe dan bek sayap yang naik membantu serangan.
Manajer Granada (siapa pun itu di tahun 2026) akan dihadapkan pada dilema: apakah bermain pragmatis dan bertahan total, berharap bisa mencuri poin melalui serangan balik atau bola mati, atau mencoba bermain lebih terbuka dan mengambil risiko. Memilih opsi kedua bisa menjadi bumerang fatal mengingat efektivitas Getafe dalam menghukum tim yang terlalu berani menyerang di Coliseum.
Kunci bagi Granada adalah bagaimana mereka mengatasi tekanan awal dari Getafe. Jika mereka bisa menahan gempuran di 20-30 menit pertama dan mulai membangun ritme permainan mereka sendiri, mungkin ada celah untuk dieksploitasi. Pemain seperti Bryan Zaragoza (jika masih di Granada atau penggantinya yang berjiwa serupa) dengan kecepatan dan kemampuan dribbling-nya bisa menjadi senjata utama untuk menerobos pertahanan Getafe, namun dia akan membutuhkan dukungan solid dari lini tengah dan rekan setimnya.
Pertarungan Taktis di Lapangan Tengah
Pertandingan ini akan sangat ditentukan di lini tengah. Ini bukan hanya tentang penguasaan bola, tetapi lebih pada siapa yang bisa mendominasi duel-duel fisik dan memenangkan bola kedua. Berikut beberapa poin kunci:
- Dominasi Lini Tengah: Getafe akan mencoba membanjiri lini tengah dan membuat Granada kesulitan mengalirkan bola. Gelandang-gelandang Getafe akan berulang kali mengganggu dan mematahkan serangan Granada.
- Transisi: Siapa yang lebih cepat dalam transisi dari bertahan ke menyerang? Getafe adalah master dalam hal ini, memanfaatkan kesalahan lawan untuk melancarkan serangan balik kilat. Granada harus sangat berhati-hati saat kehilangan bola di area berbahaya.
- Set-Pieces: Jangan remehkan potensi bola mati. Getafe adalah salah satu tim yang sangat berbahaya dalam skema tendangan sudut dan tendangan bebas. Granada harus memiliki organisasi pertahanan yang sangat baik dalam situasi ini.
- Disiplin: Getafe sering bermain di ambang batas aturan. Granada harus menjaga emosi dan tidak mudah terpancing provokasi. Kartu kuning atau bahkan merah bisa menjadi bencana.
Prediksi: Si Keras Kepala Lebih Unggul
Melihat rekam jejak Getafe di kandang dan filosofi permainan mereka yang sangat cocok untuk menghadapi tim-tim yang sedang berjuang, sulit untuk tidak memfavoritkan mereka di pertandingan ini. Keunggulan kandang, intensitas, dan kemampuan mereka untuk membuat lawan frustrasi akan menjadi faktor penentu.
Granada mungkin akan datang dengan semangat juang tinggi, tetapi menghadapi tembok Getafe yang kokoh di Coliseum adalah tantangan yang berbeda. Mereka mungkin akan kesulitan menciptakan peluang bersih dan akan berulang kali terhambat oleh taktik pres dan duel fisik yang diterapkan tuan rumah.
Saya memprediksi pertandingan ini akan berakhir dengan kemenangan tipis untuk Getafe. Kemungkinan skor adalah Getafe 1 – 0 Granada atau Getafe 2 – 1 Granada. Getafe akan mengamankan tiga poin penting dengan gaya khas mereka, sementara Granada akan pulang dengan tangan hampa, namun mungkin dengan pelajaran berharga tentang betapa sulitnya bermain di kasta tertinggi.
Pertandingan ini memang tidak akan menjadi tontonan yang paling indah secara estetika, tetapi akan sangat intens dan penuh drama, seperti yang sering kita lihat di La Liga.










