Target Liverpool Isak Absen Laga Perdana Howe Buka Kartu

Terbit:

14 Desember 2025, 10:00 WIB

Edited:

14 Desember 2025, 10:00 WIB

NextSport Transfers – Drama transfer Alexander Isak memasuki babak baru yang kian pelik menjelang bergulirnya Liga Primer Inggris. Penyerang asal Swedia itu dipastikan absen dalam laga pembuka Newcastle United melawan Aston Villa. Situasi ini semakin rumit dengan pernyataan manajer Eddie Howe yang, di satu sisi, menegaskan Isak masih memiliki masa depan di klub, namun di sisi lain, mengakui bahwa sang pemain tidak dapat berlatih bersama skuad utama The Magpies.

Isak Terpinggirkan Jelang Laga Pembuka Liga Primer

Target Liverpool Isak Absen Laga Perdana Howe Buka Kartu
Gambar Istimewa : www.101greatgoals.com

Ketidakhadiran Alexander Isak di sesi latihan pramusim Newcastle United dan pertandingan terakhir mereka melawan Espanyol (yang berakhir imbang 2-2) telah menimbulkan banyak pertanyaan. Isak, yang baru-baru ini kembali ke pusat latihan klub setelah absen sepanjang tur pramusim, dilaporkan berlatih terpisah dari tim. Keputusan ini diambil atas permintaan langsung dari Eddie Howe.

Liverpool, klub raksasa Liga Primer, dikabarkan telah melayangkan tawaran fantastis senilai £110 juta ditambah bonus untuk mendapatkan jasa penyerang berusia 25 tahun tersebut. Tawaran tersebut, meskipun menggiurkan, telah ditolak oleh Newcastle. Namun, Isak sendiri disebut-sebut telah menyampaikan keinginannya kepada klub untuk mencari opsi lain di luar St James’ Park, menambah bumbu ketegangan dalam saga transfer ini.

Eddie Howe tidak menampik kekecewaannya atas situasi ini. "Saya ingin Alex bermain hari ini, saya ingin dia berlatih besok," ujar manajer The Toon itu. "Kami sangat ingin pemain ini bersama kami – biarkan saya perjelas. Tidak ada bagian dari diri saya yang tidak menginginkan hasil itu." Namun, Howe realistis, "Tapi saya tidak melihat itu akan berubah sebelum pertandingan melawan Aston Villa, mengingat situasi kami saat ini."

Masa Depan Isak di Newcastle Dipertanyakan

Meskipun mengakui bahwa kondisi saat ini jauh dari ideal, Howe berulang kali menegaskan bahwa ia masih sangat berharap Isak, yang musim lalu mencetak 27 gol di semua kompetisi, tetap menjadi bagian integral dari skuad Newcastle di masa depan. Namun, pernyataan Howe juga menunjukkan adanya konflik internal yang signifikan.

"Kami telah berdiskusi dan jelas saat ini kami tidak bisa melibatkan dia dengan grup," kata Howe. "Saya tidak tahu berapa lama ini akan berlangsung. Jelas saya tidak bisa melibatkan dia dengan tim saat ini. Dia berlatih lebih lambat dari anggota skuad lainnya. Ada diskusi sejak tur pramusim. Saya tidak berpikir tindakan disipliner telah terjadi."

Ketika didesak lebih lanjut mengenai masa depan Isak di klub, Howe menambahkan, "Dia ada di sini, jadi tentu saja dia memiliki masa depan di Newcastle. Dari perspektif kami, kami ingin dia kembali bersama tim, tetapi situasinya harus tepat agar itu terjadi." Howe juga mengklarifikasi bahwa masalah Isak bukanlah terkait kebugaran fisik. "Dia tidak memiliki masalah kebugaran. Saya menyadari ada perasaan di dalam skuad bahwa ada sesuatu yang tidak menguntungkan bagi kebersamaan tim." Pernyataan ini mengindikasikan bahwa permasalahan Isak lebih bersifat mental atau terkait dinamika tim, yang telah mengguncang skuad yang sebelumnya bersatu.

Dilema Kontrak dan Potensi Penjualan

Dengan kontrak Isak yang masih tersisa tiga tahun di Newcastle, muncul pertanyaan apakah klub bisa bersikeras dan menolak untuk menjual striker andalannya. Namun, Howe memberikan pandangan yang lebih kompleks. "Saya tidak berpikir itu sesederhana itu, jika tidak, kami pasti sudah melakukannya sejak lama. Saya tidak berpikir kami berada dalam posisi untuk melakukan itu saat ini," jelasnya. Howe memilih untuk tidak memberikan detail lebih lanjut, hanya menyatakan, "Saya tidak ingin terlalu mendalam karena saya rasa itu tidak benar. Saya pikir saya sudah cukup bicara." Komentar ini menyiratkan adanya tekanan atau batasan yang mungkin tidak terlihat oleh publik, yang membuat posisi Newcastle dalam menahan Isak tidak sekuat yang dibayangkan.

Isu Kepemilikan dan Komitmen Klub

Kegagalan Newcastle dalam mendapatkan beberapa pemain incaran di bursa transfer, terutama Benjamin Sesko yang kabarnya akan bergabung dengan Manchester United, telah memicu spekulasi. Banyak pihak menduga bahwa Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi, yang memiliki 85% saham klub, tidak lagi seaktif atau sekomitmen dulu.

Namun, Eddie Howe, yang mengakui bahwa situasi Isak telah sedikit mengguncang skuad yang sebelumnya solid, dengan tegas membantah spekulasi tersebut. "Para pemilik sangat terlibat, sama seperti yang selalu mereka lakukan," tegas Howe. "Ini adalah periode yang menantang di mana akan ada banyak opini berbeda tentang berbagai subjek, tetapi saya dapat meyakinkan semua orang yang terhubung dengan Newcastle bahwa para pemilik sangat mendukung proyek ini dan berjuang setiap hari demi klub." Penegasan ini bertujuan untuk meredakan kekhawatiran para penggemar dan menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, komitmen jangka panjang terhadap Newcastle tetap kuat.

Related Post